Kamis, 07 Januari 2010
Pengembangan Bahan Belajar berbasis Web
Tinsiri memberi perumpamaan yang sangat baik dalam menghadapi perkembangan TIK. Ia mengatakan, apabila TIK tersebut diibaratkan arus badai, maka setidak-tidaknya ada tiga kemungkinan sikap kita menghadapinya, yaitu mencoba bertahan melawan arus, hanyut terbawa arus, atau memanfaatkan arus. Dalam perumpamaan ini, sikap yang paling tepat adalah yang terakhir, memanfaatkan arus sebagai sumber energi. Demikian pula dalam dunia pendidikan. Arus TIK telah masuk ke dunia pendidikan. Hadirnya TIK di sekolah, di ruang kelas, di rumah, bahkan di kamar tidur siswa, tidak lagi dapat dibendung. Hadirnya TIK bukan lagi sebuah pilihan, kita memilih ataupun tidak, era TIK telah hadir.
TIK mempunyai potensi yang sangat besar untuk dimanfaatkan dalam dunia pendidikan. Pada blue print TIK Depdiknas, stidak-tidaknya disebutkan ada tujuh fungsi TIK dalam pendidikan, yakni sebagai sumber belajar, alat bantu belajar, fasilitas pembelajaran, standard kompetensi, sistem administrasi, pendukung keputusan, sebagai infrastruktur.
e-Learning
Salah satu kosa kata yang muncul dan populer bersamaan dengan hadirnya TIK dalam dunia pembelajaran adalah elearning. Elearning merupakan kependekan dari elektronik learning. Secara generik elearning berarti belajar dengan menggunakan elektronik. Kata elektronik sendiri mengandung pengertian yang spesifik yakni komputer atau internet, sehinga elearning sering diartikan sebagai proses belajar yang menggunakan komputer atau internet.
Sesungguhnya pengertian elearning sendiri mempunyai makna yang sangat luas dan masih dipersepsikan secara berbeda-beda. Pengertian elearning mencakup sebuah garis kontinum dari mulai menambahkan komputer dalam proses belajar sampai dengan pembelajaran berbasis web. Sebuah kelas yang dilengkapi dengan satu unit komputer untuk memutar sebuah CD pembelajaran interaktif, dalam batasan yang minimal telah dapat disebutkan bahwa kelas tersebut telah menerapkan elearning. Namun menurut batasan UNESCO, elearning paling tidak harus didukung oleh sejumlah syarat-syarat yang harus dipenuhi, yaitu mencakup; ketersediaan software bahan belajar berbasis TIK, ketersediaan software aplikasi untuk menjalankan pengelolaan proses pembelajaran tersebut, adanya SDM guru dan tenaga penunjang yang menguasai TIK, adanya infrastruktur TIK, adanya akses internet, adanya dukungan training, riset, dukungan daya listrik, serta dukungan kebijakan pendayagunaan TIK untuk pembelajaran. Apabila elemen-elemen tersebut telah tersedia, maka program dan pengelolaan elearning akan dapat dijalankan.
Software Bahan Ajar
Teknologi selalu mencakup hardware dan software. Hardware akan berguna apabila tersedia software di dalamnya, demikian pula sebaliknya software baru akan dapat bermanfaat apabila ada hardware yang menjalankannya.
Software dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu software operating sistem (OS), software aplikasi, dan software data atau konten. OS adalah software yang berfungsi sebagai sistem operasi, seperti DOS, Windows, Linux, dan Unix. Aplikasi adalah software yang digunakan untuk membangun atau menjalankan proses sesuai dengan perintah-perintah pemrograman, misalnya office, LMS, CMS, dll. Sedangkan data atau bahan ajar termasuk ke dalam kelompok software konten, misalnya bahan ajar baik berupa teks, audio, gambar, video, animasi, dll.
Dalam pengertian yang paling sederhana, suatu proses belajar akan terjadi apabila tersedia sekurang-kurangnya dua unsur, yakni orang yang belajar dan sumber belajar. Sumber belajar mencakup orang (nara sumber), alat (hardware), bahan (software), lingkungan (latar, setting), dll. Bahan ajar adalah salah satu jenis dari sumber belajar.
Bahan belajar merupakan elemen penting dalam elearning. Tidak ada elearning tanpa ketersediaan bahan belajar. Untuk itu, maka kemampuan seorang guru dalam mengembangkan bahan belajar berbasis web menjadi sangat penting.
Jenis Bahan Ajar
Bahan ajar adalah segala bentuk konten baik teks, audio, foto, video, animasi, dll yang dapat digunakan untuk belajar. Ditinjau dari subjeknya, bahan ajar dapat dikatogorikan menjadi dua jenis, yakni bahan ajar yang sengaja dirancang untuk belajar dan bahan yang tidak dirancang namun dapat dimanfaatkan untuk belajar. Banyak bahan yang tidak dirancang untuk belajar, namun dapat digunakan untuk belajar, misalnya kliping koran, film, sinetron, iklan, berita, dll. Karena sifatnya yang tidak dirancang, maka pemanfaatan bahan ajar seperti ini perlu diseleksi sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Bahan belajar yang dirancang adalah bahan yang dengan sengaja disiapkan untuk keperluan belajar. Ditinjau dari sisi fungsinya, bahan ajar yang dirancang dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok, yaitu bahan presentasi, bahan referensi, dan bahan belajar mandiri. Sedangkan ditinjau dari media, bahan ajar dapat kelompokkan menjadi bahan ajar cetak, audio, video, televisi, multimedia, dan web.
Sekurang-kurangnya ada empat ciri bahan ajar yang sengaja dirancang, yakni adanya tujuan yang jelas, ada sajian materi, ada petunjuk belajar, dan ada evaluasi keberhasilan belajar.
Bahan ajar berbasis web
Sebagaimana sebutannya, bahan ajar berbasis web adalah bahan ajar yang disiapkan, dijalankan, dan dimanfaatkan dengan media web. Bahan ajar sering juga disebut bahan ajar berbasis internet atau bahan ajar on line. Terdapat tiga karakteristik utama yang merupakan potensi besar bahan ajar berbasis web, yakni;
- menyajikan multimedia
- menyimpan, mengolah, dan menyajikan infromasi
- hyperlink
Karena sifatnya yang on line, maka bahan ajar berbasis web mempunyai karakteristik khusus sesuai dengan karakteristik web itu sendiri. Salah satu karakteristik yang paling menonjol adalah adanya fasilitas hyperlink. Hyperlink memungkinkan sesuatu subjek nge-link ke subjek lain tanpa ada batasan fisik dan geografis, selama subjek yang bersangkutan tersedia pada web. Dengan adanya fasilitas hyperlink maka sumber belajar menjadi sangat kaya. Search engine sangat membantu untuk mencari subjek yang dapat dijadikan link.
Unsur-unsur bahan ajar
Bahan ajar setidak tidaknya harus memiliki enam unsur, yaitu mencakup tujuan, sasaran, uraian materi, sistematika sajian, petunjuk belajar, dan evaluasi. Sebuah bahan ajar harus mempunyai tujuan. Tujuan harus dirumuskan secara jelas dan terukur mencakup kriteria ABCD (audience, behavior, criterion, dan degree). Sasaran perlu dirumuskan secara spesifik, untuk siapa bahan relajar itu ditujukan. Sasaran bukan sekedar mengandung pernyataan subjek orang, Namur juga harus mencakup kemampuan apa yang menjadi prasyarat yang harus sudah mereka kuasai agar dapat memahami bahan ajar ini.
Langkah-langkah pengembangan
Secara makro, pengembangan bahan ajar mencakup langkah-langkah analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Secara mikro, langkah-langkah pengembangan bahan ajar berbasis web dimulai dari penentuan sasaran, pemilihan topik, pembuatan peta materi, perumusan tujuan, penyusunan alat evaluasi, pengumpulan referensi, penyusunan bahan, editing, upload, dan testing.
Penentuan sasaran
Langkah pertama yang harus dilakukan dalam menyusun sebuah bahan ajar adalah menentukan secara jelas siapa sasaran bahan ajar tersebut. Di dalam kelas konvensional, sasaran telah sangat terstruktur, misalnya siswa kelas dua SMA semester pertama. Pernyataan tersebut telah mengandung indikasi yang jelas tentang siapa mereka, kemampuan apa yang harus mereka kuasai, serta di mana kedudukan bahan belajar yang akan disajikan dalam keseluruhan kurikulum sekolah. Demikian pula pada penyusunan bahan belajar berbasis web sasaran harus dicantumkan secara spesifik.
Pemilihan topik
Setelah sasaran ditentukan, langkah selanjutnya adalah memilih topik yang sesuai dengan kebutuhan sasaran tersebut. Pemilihan topik dapat dilakukan dengan pertimbangan, antara lain; materi sulit, penting diketahui, bermanfaat, merupakan sesuatu yang baru, sesuatu yang belum banyak diketahui, atau bahasan dari sudut pandang lain, dll.
Pembuatan peta materi
Peta materi sangat membantu dalam merumuskan keluasan dan kedalaman materi yang akan dibahas. Membuat peta materi dapat diibaratkan menggambar sebuah batang pohon yang bercabang dan beranting, semakin banyak cabang maka semakin luas bahasan materi. Sedangkan apabila kita menghendaki bahasan yang fokus dan spesifik, maka kembangkanlah bagian ranting-ranting.
Perumusan tujuan
Gambar peta materi akan sangat bermanfaat untuk menentukan tujuan. Setiap ranting dapat dirumuskan menjadi sebuah indikator tujuan yang spesifik. Sedangkan cabang menjadi besaran tujuan tersebut. Tujuan besar (cabang) dapat dicapai dengan memenuhi semua tujuan yang spesifik (ranting).
Penyusunan alat evaluasi
Setelah merumuskan tujuan, langsung diikuti dengan perumusan alat evaluasi. Alat evaluasi dimaksudkan untuk mejawab dengan cara bagaimana kita dapat mengetahui sesuatu tujuan itu telah tercapai. Setiap indikator tujuan harus dapat diukur keberhasilannya. Sebuah rumusan tujuan dapat diukur dengan satu butir alat evaluasi. Dapat satu set alat evaluasi mengukur serangkai tujuan. Misalnya kita merumuskan tujuan ?mampu mengendari sepeda motor?, maka alat evaluasi yang mungkin adalah lembar observasi tentang kemampuan mengendarai sepeda motor.
Pengumpulan referensi
Tidak ada bahan ajar yang berdiri sendiri tanpa sumber referensi. Referensi digunakan untuk memberi dukungan teoretis, data, fakta, ataupun pendapat. Referensi juga dapat memperkaya khasanah bahan belajar, sehingga pembaca yang menginginkan pendalaman materi yang dibahas dapat mencari dari sumber yang disebutkan. Dalam web, pembaca dapat dengan mudah diberikan link ke sumber referensi tersebut.
Penyusunan bahan
Setelah bahan-bahan pendukung siap, maka penulisan dapat dimulai. Penulisan bahan hendaklah konsisten dengan peta materi dan tujuan yang telah disusun. Secara umum struktur penulisan sekurang-kurangnya terdiri dari tiga bagian, yaitu pendahuluan, isi, dan penutupan. Pada pendahuluan kita harus sudah menyampaikan secara ringkas apa yang akan dibahas pada bahan belajar ini. Sedangkan bagian isi menguraikan secara gamblang seluruh materi. Agar lebih jelas, uraian bisa dilengkapi dengan contoh-contoh. Untuk mengecek pemahaman, pada bagian ini dapat pula diberikan latihan-latihan. Pada bagaian penutup sampaikan kembali secara ringkas apa yang telah dibahas. Proses selanjutnya adalah editing, upload, dan testing.
Penutup
Dengan memanfaatkan internet, kita akan dengan sangat mudah memperoleh berbgai informasi dan bahan belajar yang kita perlukan. Sumber belajar pada dunia maya sangat kaya, selama kita memahami bahasanya, sumber belajar dari berbagai belahan dunia dapat kita peroleh. Dari mana bahan itu datang? Sesungguhnya, kita tidak akan mendapatkan apa-apa kalau tidak ada orang yang menyediakan bahan belajar tersebut di web. Oleh karena itu, pada dunia web, tidak baik kita hanya memposisikan diri sebagai konsumen.
Referensi
Depdiknas, Blue Print ICT untuk Pendidikan, Jakarta, 2004
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas, Pembuatan Multimedia Pembelajran Interaktif, Jakarta, 2007
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas, Pedoman Penyusunan Bahan Ajar, Jakarta, 2006
Moore, Peter, Environment of e-learning, UNESCO, 2003
Siribodhi, Tinsiri, ICT Tools for Learning Materials Development, UNESCO, Bangkok, 2000
Sekian dan terima kasih
Yumanissa Nadia Sari
5040 91 51
1 IA 03
Ketika Ngaskus Pun Bisa Bikin Heboh
Ketika ngaskus pun bisa bikin heboh, aku mulai khawatir dengan diriku. Apa yang telah aku lakukan, kapan, dimana, bagaimana dan semalam berbuat apa? hihihi. Padahal sebenarnya sudah tahunan gitu ngaskusnya, tentu tak akan kuberitahu apa nickname or id-ku hihihi :)
Lagian kaskus juga bukan tempat yang buruk untuk mencari informasi, malah kadang lebih valid, jujur dan sering lebih cepat karena pakai "pertamax" bin "pertamax plus" daripada detik atau okezone :) Jangan lupa pula, kita sudah pasti banyak dapat "nice info" di sana, yang bisa membuat riset kita tentang konten web dan internet jadi hidup, berbunga dan penuh warna. Lha kok bisa? Lha iyalah, masa ya iya dong :), selevel dengan detik.com bahkan sering diatasnya, yang pasti jauh mengungguli wikipedia.org, dan bagaikan terbang diatas awan bagi rapidshare.com, 4shared.com atau kapanlagi.com :)
Bayangkan, ketika kita mengirim posting keren, meskipun kita ini cah ndeso nan kutu kupret, kita tetap disanjung layaknya juragan. Nggak akan lama, tunggu saja,"mantab gan", "lanjut gan", "keep posting" dan sanjungan penuh motivasi lain akan datang bertubi-tubi mengkomentari posting keren kita :D
Andai kau tahu, ngaskus kadang perlu kita lakukan, ketika kita bosan dengan berita formalitas, berita penuh tipu daya, dibuat-buat dan rekayasa ala media massa formal. Ngaskus and jadi kaskuser, siapa takut? hihihi
Silakan langsung menuju TKP ;)
Sekian dan terima kasih
Yumanissa Nadia Sari
5040 91 51
1 IA 03
Selasa, 06 Oktober 2009
ILMU SOSIAL DASAR
Mata Kuliah Ilmu Sosial Dasar tersebut diadakan dikampus D Gedung 3 lantai 4 (D340) pada jam pelajaran ke-10 yaitu dimulai pukul 16.30 sampai dengan pukul 17.30, disana tidak hanya dihadiri mahasiswa tingkat 1 dari jurusan Teknik Informatika saja, melainkan terdiri dari beberapa civitas akademika lain seperti Teknik Industri, Teknik Elektro, dan lain – lain.
Hal – hal yang mengenai Ilmu Sosial Dasar:
1. Mata Kuliah Ilmu Sosial Dasar sebagai Soft Skill
Ilmu Sosial Dasar (ISD) sebagai matakuliah soft skill merupakan mata kuliah WAJIB bagi seluruh mahasiswa dan merupakan mata kuliah individu (perseoragan). Mata kuliah ini diberikan setiap semester disetiap mata kuliah yang ada pada kurikulum diprodi masing-masing mahasiswa (KRS), ditandai dengan tanda PAGAR (#). Soft skill bukan berupa mata kuliah utama, dan tidak memiliki praktikum serta mata kuliah ini pula tidak ada Ujian Tengah Semesternya (UTS) dan Ujian Akir Semesternya (UAS), tetapi walaupun bukan mata kuliah utama dan tidak memiliki UTS dan UAS, matakuliah ini wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa agar mereka mendapatkan ilmu Soft Skill.
2. Cara penilaian Mata Kuliah ISD sebagai Soft Skill tergantung Portfolio.
Penilaian mata kuliah ini tergantung pada bagaimana kreatifitas dan inofasi pada blog – blog mahasiswa pada studentsite (tulisan), serta tugas – tugas yang diberikan oleh dosen juga akan dishare pada blog dan diupload pada studentsite siswa (tugas). Tugas dan tulisan ini akan masuk pada portpolio masing-masing mahasiswa. Penilaian mata kuliah ini sangat tergantung pada update-nya portpolio, jika seorang mahasiswa jarang meng-update portpolio mereka maka penilaian merekapun bisa mendapat nilai yang kurang baik.
3. Pertemuan dan tatap muka dengan Pengampuh hanya 1 bulan sekali.
Dalam proses pembelajaranya mata kuliah ini tetap didamping oleh pendamping (pengampuh). Untuk mahasiswa tingkat satu Fakultas Teknologi Industri jurusan Teknik Informatika, Pengampuh terdiri dari tim dosen yang beranggotakan 6 dosen, tatap muka dan interaksi mahasiswa ke pendamping (pengampuh) hanya satu kali pertemuan dalam satu bulan, dimana pertemuan tersebut ditentukan harinya oleh tim dosen.
4. Aktifitas wajib mahasiswa untuk mata kuliah ISD:
- Buat Blog minimal 2 dan senantiasa diupdate isinya,
- Sering membuka studentsite masing-masing,
- Searching internet melalui beberapa search-engine seperti Google, wikipedia, Ugpedia, Wartawarga, dll. Untuk mencari hal – hal yang nantinya mendukung isi tulisan & inspirasi blog bagi mahasiswa.
Sekian dan terima kasih
Yumanissa Nadia Sari
5040 91 51
1 IA 03
Minggu, 30 Agustus 2009
new FRIENDS
PAGE 1

PAGE 2
ini dia, nama gue YUMANISSA NADIA SARI (di kotakin warna merah) haha dengan nomor NPM : 50409151. kalo yang di kotakin warna kuning tuh temen baru gue namanya Riski Caesario panggilannya Riski, ceritanya gue iseng nyari nama nama temen baru gue di facebook ehh ada yaa langsung gue add. ternyata dia orangnya asik. sebelum masuk aja udah lumayan kenal, dia alumni 82 shs. yaa lumayan laah daripada nanti di kelas manyun bengong belom ada temen baru yang kenal setidaknya udah ada cadangan ! ahaha : )

PAGE 3
Jumat, 28 Agustus 2009
all about GUNADARMA univ.
we must be proud to know it
Campus Buildings
Campus Academic activities of Gunadarma University are held in 8 (eight) Campuses, namely:- Campus A at Jl. Kenari III No. 33 Jakarta Pusat
- Campus B at Jl. Salemba Bluntas Jakarta Pusat
- Campus C at Jl. Salemba Raya No. 53 Jakarta Pusat
- Campus D at Jl. Margonda Raya 100 - Depok
- Campus E at Jl. Akses Kelapa Dua, Cimanggis
- Campus G at Jl. Akses Kelapa Dua, Cimanggis
- Campus H at Jl. Akses Kelapa Dua, Cimanggis
- Campus J at Jl. KH. Noer Ali, Kalimalang, Bekasi
- 12 class rooms at campus A
- 19 class rooms at campus B and C
- 18 class rooms at campus D
- 55 class rooms at campus E
- 39 class rooms at campus G
- 24 class rooms at campus J






